Friday , December 13 2019
Breaking News

Seminar Internasional al-Ghadhir Didemo Laskar Mujahidin

Sabtu, 26 Oktober, 2013, Seminar Internasional al-Ghadhir yang diadakan oleh Ijabi di gedung SMESCO, Jakarta Selatan, didemo Laskar Mujahidin. Laskar Mujahidin yang berjumlah puluhan orang melakukan orasi di depan pintu masuk gedung SMESCO menuntut seminar dibubarkan.

Seminar yang dihadiri lebih dari 3000 pengunjung ini tak hanya diisi pembicara dari Syi’ah, seperti Kang Jalal, tapi juga dari berbagai kalangan. Di antaranya Pengurus Nahdhlatul Ulama, KH. Saifuddin Amsir, MA, Prof. Dr. Hj. Masyitoh, MA ketua PP Aisyiyah, juga budayawan Ridwan Saidi.

Korlap Laskar, Mujahidin Abdullah Rabbani, mengatakan mereka menolak diadakannya seminar ini karena menurut mereka Syi’ah bukan bagian dari Islam.

Menanggapi pandangan Abdullah Rabbani, Syamsudin Badarudin, Ketua PP Ijabi mengatakan bahwa Syi’ah adalah bagian dari Islam dan hal itu diakui oleh mayoritas ulama Islam sedunia dari berbagai madzhab.

Pendemo hanya berada di depan pintu masuk gedung SMESCO karena seminar dijaga ketat oleh 400 personil polisi. Tak bisa membubarkan seminar, massa membubarkan diri pada pukul 12.00 WIB. Sementara seminar masih terus berjalan dengan aman hingga pukul 15.00 WIB.

 

 

 

3 comments

  1. Kasihan orang yang bayarannya cuma mampu untuk sampai jam 12.00

  2. Mayoritas ulama Islam sedunia dari berbagai madzhab telah mengakui bahwa pengikut ahlulbayt Rasulullah itu termasuk mazhab Islam, bagaimana mungkin Laskar Mujahidin itu mengatakan bukan mazhab Islam. Saya kira perlu diajak pemimpin dari para Mujahidin itu untuk berdialog secara transparan. Kalau dibiarkan begitu saja tindakan arogan kaum yang masih buta terhadap keberadaan pengikut ahlulbayt Rasulullah, akan selalu mereka berbuat hal yang tidak sepatutnya itu dimana-mana. Para pengikut ahlulbayt Rasulullah tidak boleh ‘lemah’ dalam menghadapi mereka. Bukankah sejak Muawiyah berkuasa kaum takfiri itu senantiasa menzalimi pengikut ahlulbayt Rasulullah?

    Kami dari Acheh tau persis bahwa dulu sebahagian Syiah yang menderita di Gujarat dan Persia hijrah ke Perlak Acheh sebagai pentatang pertama Islam ke kawasan ini walaupun kaum takfiri tidak memahaminya. Di Perlak mereka mendirikan kerajaan Acheh pertama namun para pengikut Bani Abbaisiah terlalu takut kalau Syiah berkembang di Acheh lalu merekapun mengejar sampai ke Acheh dan terjadilah perang hingga pengikut ahlulbayt terpaksa bubar. Sekarang jaman globalisasi, Syiah tidak lagi sendirian. Amerika saja mulai taku tkepada Syiah yang berpusat di Iran, apalagi kaum takfiri yang buta sejarah itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top