Internasional
Ayatullah Kaabi Sebut Kerusuhan Iran Dikendalikan Tel Aviv dan Washington
Ahlulbait Indonesia, 10 Januari 2026 — Anggota Presidium Majelis Pakar Iran, Ayatullah Abbas Kaabi, menegaskan bahwa kerusuhan dan aksi perusakan yang terjadi belakangan ini dilakukan oleh kelompok teroris yang dilatih Mossad dan berada di bawah komando Zionis serta Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan Ayatullah Kaabi dalam wawancara dengan Kantor Berita Tasnim di Kota Qom pada Jumat malam (9/1/2026). Ayatullah Kaabi mengecam keras aksi perusakan terhadap fasilitas umum, tempat ibadah, dan harta benda masyarakat yang dilakukan oleh kelompok perusuh.
“Para penyabot dan perusuh ini adalah teroris yang dilatih Mossad dan bergerak di bawah komando Zionis dan Amerika. Mereka bertindak sebagai kelanjutan dari perang dan agresi terhadap bangsa Iran,” katanya.
Ia menegaskan, kelompok tersebut sama sekali tidak mewakili rakyat Iran maupun generasi muda yang patriotik. Menurutnya, meskipun sebagian individu yang tidak memahami situasi dapat terseret ke dalam kerusuhan, inti gerakan tersebut tidak memiliki hubungan dengan aspirasi masyarakat Iran.
Ayatullah Kaabi menekankan, persatuan nasional dan kekuatan internal bangsa Iran merupakan jaminan utama bagi kelangsungan sistem Republik Islam. Menurutnya, masyarakat Iran, dengan beragam pandangan dan latar belakang, tetap berdiri di belakang kepemimpinan Revolusi Islam serta setia pada cita-cita Imam Khomeini dan para syuhada.
Menyoroti peringatan syahidnya para syuhada 19 Januari, Kaabi mengatakan, warga Qom kembali memperbarui ikrar kesetiaan mereka kepada Pemimpin Tertinggi Revolusi. Ia menyebut aksi masyarakat Qom sebagai simbol keteguhan dan kesadaran politik bangsa.
Ia juga mengapresiasi respons spontan masyarakat di berbagai daerah yang, menurutnya, mampu membedakan antara protes dan kerusuhan. Kaabi mencontohkan aksi massa setelah salat Jumat yang secara damai mengecam gerakan anti-agama dan menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan dan sistem Islam.
Merujuk pada pernyataan Pemimpin Tertinggi Revolusi, Ayatullah Kaabi menegaskan,Republik Islam tidak akan mundur menghadapi pihak-pihak yang merusak harta benda publik dan mengancam keamanan negara. Ia menyebut pernyataan tegas dari berbagai lembaga dan pejabat negara sebagai sinyal kesatuan sikap menghadapi kerusuhan.
Dalam pandangannya, akar kerusuhan tersebut bersumber dari perencanaan Amerika Serikat dan Zionisme dan pihak-pihak yang menyerukan perusakan dan kekerasan kini dikenal oleh rakyat Iran sebagai antek asing dan, menurutnya, akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan bangsa Iran dan hukum internasional.
Kaabi lebih lanjut menegaskan, sistem Republik Islam tidak akan runtuh oleh tekanan semacam itu. “Negara yang memiliki puluhan ribu martir, dengan para komandan dan ilmuwan yang mengabdi kepada rakyat, tidak akan pernah menyerah kepada musuh,” ujarnya.
Dalam bagian lain wawancara, Ayatullah Kaabi menyoroti apa yang ia sebut sebagai perang psikologis dan perang kognitif musuh. Menurutnya, musuh berupaya menciptakan kecemasan sosial melalui pembesaran masalah, penyebaran rumor, manipulasi informasi, serta penghancuran kepercayaan publik dan solidaritas nasional.
Tujuan utama strategi tersebut adalah menaklukkan pikiran masyarakat agar perilaku sosial dapat diarahkan menuju kekacauan dan keputusasaan. Ayatullah menyebut penghancuran harapan masa depan dan pelemahan kepercayaan terhadap janji Ilahi sebagai inti dari operasi tersebut.
Ayatullah Kaabi menekankan, menghadapi perang kognitif tidak dapat dilakukan dengan sikap pasif. Dan menyerukan peran aktif para ulama, akademisi, serta tokoh masyarakat dalam menjaga persatuan, melawan hasutan, serta memperkuat ketahanan intelektual dan spiritual masyarakat.
Ayatullah Kaabi menilai penguatan literasi media, dialog rasional, produksi narasi yang jujur dan proaktif, serta penguatan iman dan ketenangan spiritual sebagai fondasi utama dalam menghadapi tekanan psikologis musuh.
Di tingkat pemerintahan, Ayatullah Kaabi berharap para pengelola negara segera merespons rumor, memulihkan kepercayaan publik, serta meningkatkan upaya penyelesaian persoalan ekonomi demi memperkuat kepuasan dan ketahanan sosial masyarakat. [HMP]
Sumber: Tasnimnews
