Internasional
Channel 12 Israel: Hizbullah Miliki 70.000 Pejuang dan Kemampuan Menyerang Gush Dan
Jakarta, 7 Januari 2026 — Media Israel Channel 12 melaporkan bahwa Hizbullah Lebanon telah memulihkan kekuatan militernya ke tingkat sebelum perang dan kini memiliki sekitar 70.000 personel, termasuk pejuang aktif dan cadangan, dengan kemampuan menyerang wilayah pusat Israel menggunakan ratusan roket dan rudal.
Dalam laporan yang dikutip dari Layanan Luar Negeri Channel 12, disebutkan bahwa Hizbullah memiliki sekitar 40.000 pejuang aktif dan hampir 30.000 personel cadangan. Media tersebut juga menyebut organisasi itu menyimpan ratusan roket dan rudal yang mampu menjangkau wilayah sensitif Israel, termasuk kawasan Gush Dan (Gush Etzion)) di pusat wilayah pendudukan serta daerah selatan.
Menurut laporan tersebut, Hizbullah masih memiliki ribuan roket jarak pendek, diperkirakan sekitar 10 hingga 20 persen dari persenjataan sebelum perang. Selain itu, kelompok tersebut disebut mengoperasikan lebih dari 1.000 drone tempur dan pengintai, serta terus meningkatkan kapasitas produksi perangkat tersebut.
Channel 12 menilai kemampuan Hizbullah untuk memulihkan kekuatan personel dan persenjataan didukung oleh struktur organisasi yang solid dan basis dukungan sosial yang luas di Lebanon. Media Israel itu menyebut jaringan dukungan tersebut berperan penting dalam menjaga kesinambungan organisasi pascakonflik, termasuk dalam proses rekrutmen dan konsolidasi internal.
Baca juga : Kepala Dewan Transisi Selatan yang Didukung UEA Dilaporkan Melarikan Diri
Sementara itu, eskalasi militer di Lebanon selatan terus berlanjut. Kantor berita ISNA, mengutip Al-Manar, melaporkan terjadinya ledakan keras di sekitar Kamp Pengungsi Palestina Ain al-Halweh, dekat Kota Sidon, akibat serangan udara Israel. Jet tempur Israel dilaporkan melancarkan dua serangan udara yang menargetkan area di sekitar kamp tersebut.
Sumber lokal menyebutkan salah satu serangan menghantam sebuah bangunan tiga lantai di kawasan industri selatan Sidon. Sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka. Selain Sidon, pesawat tempur Israel juga melakukan sedikitnya sepuluh serangan udara ke wilayah al-Manara, Ain al-Tina, Anan, dan Kafrhati di Lebanon selatan.
Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam serangan Israel terhadap wilayah Bekaa, Lebanon selatan, dan Kota Sidon. Dalam pernyataannya yang dikutip Al-Manar, Aoun menilai eskalasi tersebut memicu pertanyaan serius karena terjadi bersamaan dengan pertemuan Komite Mekanisme yang bertujuan menghentikan agresi dan memulihkan stabilitas di Lebanon selatan.
Aoun menyatakan bahwa serangan berkelanjutan Israel berpotensi menggagalkan upaya regional dan internasional untuk meredakan ketegangan. Pemerintah Lebanon, menurutnya, telah mendukung berbagai inisiatif tersebut dan mengambil langkah untuk memperluas kendali negara di wilayah selatan Sungai Litani. [HMP]
Sumber: Kayhan
Baca juga : Yaman Nyatakan Kehadiran Zionis di Somaliland sebagai Target Sah
