Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Wali Kota New York Terbitkan Perintah Eksekutif Perdana, Larangan Sanksi terhadap Israel Dicabut

Published

on

Wali Kota New York Terbitkan Perintah Eksekutif Perdana, Larangan Sanksi terhadap Israel Dicabut
Sumber foto IRNA

Ahlulbait Indonesia, 2 Januari 2026 — Wali Kota New York yang baru, Zahran Mamdani, menerbitkan lima perintah eksekutif pertamanya, termasuk mencabut kebijakan yang melarang boikot atau penarikan investasi (divestasi) dari lembaga-lembaga kota yang beroperasi di wilayah pendudukan serta institusi yang terkait dengan rezim Israel.

Menurut laporan IRNA pada Jumat (2/1) yang mengutip New York Post, sebagian kebijakan yang diterbitkan oleh wali kota sebelumnya, Eric Adams, tetap dipertahankan. Salah satunya adalah keberlanjutan operasional Kantor Pemberantasan Anti-Semitisme Kota New York.

Selain mencabut larangan sanksi dan boikot tersebut, Mamdani memerintahkan pengaktifan kembali Kantor Perlindungan Penyewa. Ia juga membentuk dua kelompok kerja baru yang difokuskan pada percepatan pembangunan perumahan melalui optimalisasi penggunaan lahan publik serta penyederhanaan birokrasi perizinan di kota itu.

Baca juga : Profesor Universitas Amerika: Jenderal Soleimani Faktor Penting Stabilitas Regional dalam Perang Melawan ISIS

IRNA melaporkan bahwa Mamdani sebelumnya dilantik sebagai wali kota ke-112 New York City, setelah memenangkan pemilihan dengan janji utama menangani krisis biaya hidup di salah satu kota termahal di Amerika Serikat.

Politikus berusia 34 tahun itu mencatatkan sejumlah rekor historis: sebagai wali kota Muslim pertama, wali kota pertama keturunan Asia Selatan, serta wali kota termuda yang memimpin New York dalam lebih dari satu abad.

“Ini benar-benar suatu kehormatan dan hak istimewa yang unik,” ujar Mamdani sesaat setelah mengucapkan sumpah jabatan.

Mantan anggota legislatif negara bagian dari distrik Queens ini menarik perhatian nasional dan internasional setelah memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada musim panas lalu. Kampanyenya berfokus pada agenda penurunan biaya hidup, termasuk pembentukan program penitipan anak publik, pengendalian harga sewa bagi hampir dua juta penyewa, serta penyediaan layanan bus kota yang cepat dan gratis. [HMP]

Baca juga : Aktivis Politik Turki: Nama Jenderal Qassim Soleimani Tercatat sebagai Pahlawan Bangsa-Bangsa Tertindas