Ikuti Kami Di Medsos

Nasional

Direktur Islamic Cultural Center Jakarta Beri Sambutan pada Rapat Evaluasi MUI Jepara

Published

on

Syaikh Sharifani Ustadz Umar Syahab dan Ustadz Miqdad Turkan diantara pengurus dan dewan pimpinan MUI Jepara.

Jepara, 19 Januari 2026 — Direktur Islamic Cultural Center Jakarta (ICC Jakarta), Hujjatul Islam Syaikh Mohammad Sharifani, menghadiri rapat evaluasi Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jepara yang digelar di Pondok Pesantren Umul Qura, Pecangaan, Kabupaten Jepara, Senin (19/1/2026). Syaikh Sharifani, hadir bersama Ustadz Umar Syahab dan Ustadz Miqdad Turkan dari Dewan Syura Ahlulbait Indonesia (ABI).

Kehadiran rombongan tersebut disambut hangat oleh jajaran pengurus dan pimpinan MUI Jepara. Pertemuan ini turut dihadiri unsur pemerintah desa, aparat kepolisian, perwakilan pemerintah daerah, serta jajaran Ahlulbait Indonesia, mulai dari DPD ABI Jepara, DPW Jawa Tengah, hingga unsur DPP.

Agenda pertemuan berlangsung dalam suasana semi formal dan dirangkai dengan rapat evaluasi MUI Jepara tahun 2026. Sejumlah isu strategis dibahas, di antaranya konsolidasi pembentukan MUI tingkat kecamatan, persiapan menyambut bulan suci Ramadhan, serta persoalan darurat pengelolaan sampah di wilayah Kabupaten Jepara.

Ketua Umum MUI Kabupaten Jepara, Dr. KH. Mashudi, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus apresiasi atas kehadiran para tamu yang bertepatan dengan agenda rapat pleno MUI. Ia menegaskan bahwa ulama memiliki kedudukan mulia sebagai pewaris para nabi yang mewariskan ilmu pengetahuan, bukan harta maupun kekayaan materi.

Menurutnya, MUI berperan sebagai rumah besar umat Islam yang menaungi berbagai organisasi dan latar belakang, seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Ahlulbait Indonesia (ABI), dan LDII. Wadah kebersamaan tersebut diharapkan mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menggerakkan amar ma’ruf nahi munkar. Pada kesempatan itu, KH. Mashudi juga memperkenalkan jajaran pengurus MUI Jepara periode berjalan.

Dalam sambutan berbahasa Arab itu, KH. Mashudi kembali menekankan bahwa ilmu merupakan warisan utama para nabi dan sumber hidayah bagi umat. Menurutnya, ulama memegang peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman serta keutuhan sosial masyarakat.

Sementara itu, Syaikh Mohammad Sharifani mengawali sambutannya dengan ucapan selamat memperingati 27 Rajab. Dam menjelaskan bahwa bagi umat Sunni, tanggal tersebut diperingati sebagai peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, sedangkan bagi umat Syiah dikenal sebagai hari Bi’tsah, yakni diutusnya Rasulullah sebagai nabi bagi umat manusia.

Dalam pemaparannya, Syaikh Sharifani menegaskan bahwa Al-Qur’an menetapkan sejumlah karakter utama sebagai tolok ukur kemuliaan manusia, di antaranya ketakwaan, iman, kesungguhan dalam perjuangan (jihad), serta ilmu pengetahuan. Menurutnya, ilmu menempati posisi fundamental karena darinya lahir pencerahan dan hidayah bagi umat.

Syaikh Sharifani menambahkan bahwa sejak awal penciptaan, Allah telah mengajarkan ilmu kepada manusia, mulai dari pengajaran nama-nama kepada Nabi Adam hingga perintah membaca yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai awal risalah kenabian. Hal tersebut menegaskan bahwa peradaban Islam dibangun di atas tradisi keilmuan.

Dalam penutup sambutannya, Syaikh Sharifani mengutip pandangan para ulama besar mengenai keutamaan majelis ilmu dan pertemuan para ulama. Syaikh Sharifani menyampaikan riwayat tentang Rasulullah SAW yang mendapati kelompok orang di masjid, sebagian berdzikir dan sebagian bermudzakarah, sebagai penegasan pentingnya tradisi keilmuan dalam kehidupan umat.

Usai menyampaikan sambutan, Syaikh Sharifani berpamitan kepada tuan rumah dan seluruh unsur pengurus. Rapat evaluasi MUI Jepara selanjutnya dilanjutkan sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan serta memperkokoh peran ulama dalam membimbing umat dan merespons persoalan sosial menjelang bulan suci Ramadhan. [HMP/ABI]