Tuesday , October 15 2019
Breaking News
Dr. Iftikhar: Konsep Mayoritas-Minoritas Itu Menyesatkan

Dr. Iftikhar: Konsep Mayoritas-Minoritas Itu Menyesatkan

Perbandingan antara dua kelompok masyarakat yang berbeda dalam jumlah nominal akan memunculkan istilah mayoritas dan minoritas. Bila perbandingan ini diterapkan dalam hal keyakinan, akan menghasilkan kelompok keyakinan mayoritas dan minoritas. Padahal menurut Dr. Iftikhar Ayaz, OBE dari London, Inggris, konsep mayoritas, minoritas adalah konsep yang menyesatkan, terutama bila dilihat dalam kacamata hak asasi manusia.

Hal tersebut disampaikan Iftikhar dalam sebuah forum diskusi bertema “Minority and Humanrights Indeks in Indonesia” bersama sejumlah tokoh dari berbagai keyakinan pada Jumat (10/10) di kantor Indonesian Commission and Religion on Peace (ICRP) di Cempaka Putih Barat, Jakarta Timur.

Dalam penjelasannya, Iftikhar yang merupakan Ketua International Humanrights Committe di PBB, Ambassador of Peace dan Direktur dari World Media Forum Internasional dan juga penerima Alfred Einstein Nobel Medal for Peace menerangkan bahwa istilah mayoritas dan minoritas adalah taktik para politikus atau suatu kelompok untuk dapat dengan mudah memecah belah kemudian menguasai masyarakat.

“Taktik ini biasa digunakan oleh kolonial untuk memecah belah kemudian meguasai,” terang Iftikhar.

Iftikhar yang telah berkeliling ke sejumlah negara, kemudian mencontohkan apa yang terjadi antara India dan Pakistan yang dipecah antara Hindu dan Muslim. Sehingga dengan mengatasnamakan agama, mereka akan saling bunuh membunuh. Akibatnya menurut Iftikhar adalah ribuan orang tak berdosa, anak-anak dan perempuan meninggal dunia atas pertikaian dengan dalih agama.

Agama adalah sesuatu yang dahsyat yang menurut Iftikhar dapat digunakan secara positif ata disalahgunakan ke arah negatif. Layaknya tenaga nuklir yang digunakan secara positif sehingga dapat memberikan energi listrik bagi masyarakat luas namun juga dapat digunakan secara negatif untuk menghancurkan dan membunuh masyarakat seperti bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.

Pada akhir paparannya, Iftikhar mengharapkan para agamawan berperan aktif mengurangi perpecahan yang dirancang oleh para politikus atau sekelompok orang yang ingin memecah belah, dengan jalan bersatu menggunakan landasan bahwa kita semua adalah manusia yang diciptakan oleh Tuhan yang satu.

“Agama membawa kita untuk bersatu dan bukan untuk berpecah belah,” terang Iftikhar.

Dengan bersatunya para agamawan dengan dasar rasa kemanusiaan dan cinta kasih, sebagai manusia yang sama-sama diciptakan oleh Tuhan yang satu, maka bukan tidak mungkin akan tercipta masyarakat yang tangguh yang tidak mudah diadu domba antara satu penganut keyakinan dengan penganut keyakinan yang lain dengan mengatasnamakan agama. (Lutfi/Yudhi)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top